Expose Pembangunan Maritim Berbasis Inovasi

You are here

Pemkab Batubara menggelar expose Pembangunan Ekonomi Kelautan dan Perikanan berbasis inovasi yang inklusif dan ramah lingkungan untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat menuju Indonesia sebagai poros maritim dunia.
Kegiatan dilaksanakan di Aula Gedung Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batubara, Selasa (4/4).
Hadir pada acara tersebut Prof. Dr. Ir Rokhmin Dahuri,MS yang merupakan Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan – IPB, Ketua Umum Masyarakat Akuakultur Indonesia, Member Of Internasional Scientific Advisory Board Of Center for Coastal and Ocean Development, University of Bremen, Germany, duta besar kehormatan Jeju Island, Korea Selatan serta Menteri Kelautan dan Perikanan (2001 -2004).
Hadir pula Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain SH MM, Ketua DPRD Batubara Selamat Arifin SE MSi, Komisi B DPRD Kabupaten Batubara, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Batubara Drs Darwis, Kadis Perikanan Batubara Rinaldi serta jajaran SKPD Kabupaten Batubara dan nelayan di Kabupaten Batubara.
Dalam pemaparan materi yang disampaikannya, Prof. Dr. Ir Rokhmin Dahuri,MS mengatakan, Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar didunia yang tersusun dari 17 ribu pulau dan sekitar 70 % wilayahnya berupa laut, di wilayah pesisir dan laut itu terkandung beragam sumber daya alam yang sangat besar dan belum dimanfaatkan secara optimal.
Untuk dapat memanfaatkan sumber daya alam tersebut, ada 11 sektor ekonomi kelautan yang dapat digunakan : perikanan tangkap, perikanan budidaya, industri pengolahan hasil perikanan, industri bioteknologi kelautan, pertambangan dan energi, pariwisata bahari, hutan bakau, perhubungan laut, sumberdaya wilayah pulau kecil, industri dan jasa maritim serta sumber daya alam nonkonvensional.
Begitu besar kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia. Untuk itu kita harus dapat memanfaatkan potensi yang ada. Kabupaten Batubara saat ini hanya memanfaatkan 5,9 % dari potensi yang ada. Jadi masih banyak potensi yang dapat kita manfaatkan,” katanya.
Bila kita mampu membangun potensi kekayaan alam khususnya wilayah pesisir dan laut secara produktif, efisien, inklusif dan ramah lingkungan, maka kita mampu mengatasi sejumlah permasalahan antara lain masalah pengangguran dan kemiskinan, kesenjangan antara orang kaya dan miskin (kesenjangan sosial), kesenjangan pembangunan antar wilayah.
Kalau Kabupaten Batubara mau maju, maka masyarakatnya harus mampu berinovasi. Jika tidak ada inovasi dan hanya mengandalkan sumber daya yang ada, maka akan kalah saing. Untuk itu masyarakat Batubara harus mampu meningkatkan daya saing dan dapat menghasilkan perkonomian yang tinggi dan intensif secara berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam hal pelestarian lingkungan, kata dia, Pemerintah Kabupaten Batubara harus menerapkan aturan dan mengawasi wilayah laut Kabupaten Batubara. Seperti pelarangan menggunakan bom dalam menangkap ikan, tidak secara berlebihan mengeksploitasi sumber daya alam secara berlebihan, harus ada waktu pembatasan tidak boleh menangkap ikan.
Misalnya masa ikan bertelur. Kalau semua ini dapat dijaga dilaksanakan bersama, mudah-mudahan sektor perikanan dapat berkembang pesat.
Pembangunan ya harus ramah lingkungan. Misalnya ada pembatasan penangkapan ikan, ada waktu-waktu tertentu gak boleh nangkap ikan, tidak menggunakan bom,” katanya.
Sementara itu, Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain mengatakan, 30 % masyarakat Kabupaten Batubara adalah masyarakat nelayan. Sudah seharusnya masyarakat nelayan mendukung program yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah. Diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan moment pertemuan ini untuk menimba ilmu sehingga dapat diterapkan dan dikembangkan.
Kita sangat berterima kasih sekali atas kedatangan Prof Rokhmin Dahuri, semoga kedatangan beliau dapat bermanfaat bagi masyarakat Batubara. Masyarakat nelayan yang ada di Batubara harus kita angkat perekonomiannya,” katanya.
Ketua DPRD Batubara Selamat Arifin SE MSi mengungkapkan atas nama masyarakat Batubara dia mengucapkan selamat datang kepada Prof. Dr. Ir Rokhmin Dahuri,MS yang sudah datang ke Batubara.
Kehadiran profesor diharapkan bisa memberikan pencerahan kepada para nelayan dan kepada kita semua supaya nelayan di Batubara punya inovasi untuk membangun ekonomi bukan hanya bergantung kepada tangkapan ikan saja,”ujarnya.
Menurutnya, mudah-mudahan upaya yang dilakukan tersebut dapat meningkatkan ekonomi Masyarakat di Batubara agar lebih maju untuk masa yang akan datang. “Saya juga mengapresiasi ketua Komisi B yang tak pernah berhenti untuk memperjuangkan nasib nelayan di Batubara agar para nelayan dapat perlindungan dan perhatian,”katanya.
Sementara Kepala Dinas Perikanan kabupaten Batubara Rinaldi mengatakan, akan segera menyiapkan data potensi kelautan dan perikanan yang kita miliki. Dari data yang valid tersebut, nantinya kita baru dapat memulai pembangunan sektor maritim.
Kita data dulu potensi yang kita miliki, misalnya nelayan, kapal, potensi sumber daya alam apa saja yang ada, setelah data akurat, baru kita siapkan tenaga ahli untuk mengembangkan potensi tersebut,” katanya. by Humas Batu Bara