Kain Songket yang menjadi ciri khas dari Kabupaten BatuBara Semakin Diminati Warga

You are here

Indonesia termasuk negara yang dikenal sebagai penghasil kain songket, salah satunya adalah kain songket Batu Bara. Keunikan corak dan bahan kainnya menjadi salah satu daya tarik sehingga kain ini diminati hingga keluar negeri. Ketertarikan konsumen dengan industri kerajinan kain songket Batu Bara, karena desain atau motif tenunan asal daerah tersebut memiliki nilai seni budaya yang cukup tinggi. Oleh karena itu, banyak dari negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, Singapore, Brunei darussalam membeli songket tersebut. Usaha ini juga sudah dari turun -temurun sejak ratusan tahun silam. Songket mempunyai nilai sangat tinggi serta keunikan tersendiri di bandingkan dengan pakaian lainnya. Songket Batu Bara cenderung memiliki warna –warna cerah, seperti merah, biru, kuning, coklat, ungu, dan hijau. mempunyai kualitas kain yang bagus karena menggunakan benang-benang pilihan seperti : sutera, polyester, emas dan perak. motif kainnya bervariasi yang lebih menampilkan kesan modern dan tidak ketinggalan zaman.
Songket yang indah ini umumnya dikenakan pada acara-acara resmi, karena kain ini dapat memberikan efek kemilau yang indah dikarenakan benang emas dan benang perak yang menjadi bahan tenunannya.
Kain songket Batu Bara memiliki ciri khas tersendiri, hal ini dapat dilihat dari. proses pembuatan kain songket tersebut masih menggunakan alat tenun dari kayu dengan cara tradisional, namun tetap memiliki kualitas yang baik, kain songket Batu Bara juga memiliki variasi motif yang unik seperti : Pucuk Rebung, Bunga Manggis, Bunga Cempaka, Pucuk Caul, Tolak Betikam, hingga Naga Berjuang menjadi motif yang menghiasi kain songket Batu Bara. Kain songket Batu Bara memiliki desain yang menarik dan nilai seni budaya yang cukup tinggi. Songket Batu Bara memiliki berbagai jenis warna seperti merah jambu, hijau laut, kuning, merah hati, krem, merah muda dan kombinasi warna menarik lainnya. Kain songket Batu Bara ini di produki oleh para penenun yang trampil dan berbakat. Mereka menenun dengan pilihan benang terbaik, seperti benang polyeter dan sutera, yang menjadi motif nya benang emas dan perak yang menimbulkan kesan kilauan dari kain songket ini, sehingga songket yang di produksi berkualitas baik. Keunggulan dari songket ini ringan dan tidak luntur sehingga lebih nyaman untuk dipakai.
Namun pada saat ini keindahan kain songket tidak sejalan dengan hasil penjualannya, lesunya angka penjualan dan berkurangnya minat konsumen membeli kain songket membuat industri songket khas Batu Bara seperti “hidup segan mati tak mau” hal ini ditandai dengan banyaknya mesin tenun yang berhenti bekerja, dan rumah-rumah produksi jarang dikunjungi pembeli, ditambah lagi banyaknya pedagang kain songket dari daerah lain yang membanjiri pasar kain songket di Kabupaten Batu Bara sendiri hal ini penenun kain songket dapat di ibaratkan sudah jatuh tertimpa tangga.
Jika dilihat dari kunjungan pembeli dari dalam dan luar negeri pada saat ini sudah jarang datang, mesin-mesin tenun sudah banyak masuk kedalam gudang, gadis-gadis penenun yang lihai menenun sebagian besar sudah mencari pekerjaan kekota, sedangkan sisanya menjadi pengangguran yang membebani kehidupan keluarga.
Berangkat dari beberapa permasalahan dan kejadian diatas, maka perlu upaya-upaya untuk mendorong peningkatan penjualan kain songket ciri khas Batu Bara secara terencana dan terkoordinasi baik ditingkat Nasional maupun Internasional dengan melibatkan seluruh komponen terkait disamping untuk membantu bangkitnya industri kain songket yang maju serta meningkatkan kesejahteraan penenun dan melindungi warisan nenek moyang masyarakat Batu Bara dan memproteksi kain songket khas Batu Bara dari gempuran produk songket dari daerah lain.