Moeldoko Bersama Forkopimda Panen Raya Padi di Batubara

You are here

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jenderal TNI Purn. Moeldoko bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Batubara melaksanakan panen raya padi di Desa Pematang Panjang, Kecamatan Air Putih, Selasa (12/3).

Dihadapan para petani di Batubara, Moeldoko menjelaskan ada 5 persoalan yang dihadapi petani dan pertanian di Indonesia. Pertama mengenai lahan. Dimana lahan sudah sempit dan rusak akibat penggunaan pupuk dan pestisida yang tidak sesuai.

Kedua mengenai modal. Petani kita kalau bicara modal sering kesulitan. Maka, kalau siapapun ada yang datang memberi modal, pasti langsung diambil. Hal itu yang sering membuat petani ketergantungan terkait modal.

Selanjutnya soal teknologi. Petani di Indonesia bertaninya masih menggunakan cara tradisional. Petani kita sulit menggunakan teknoligi. Padahal, tanpa adanya teknologi hasil pertanian tidak akan bisa mendapatkan hasil yang bagus. Lalu masalah manajemen, Petani tidak terbiasa menggunakan manajemen. Maka, Kalau ditanya berapa pokok produksi mereka tidak tahu. Dan yang terakhir adalah masalah pasca panen.

Lima persoalan ini yang sering dihadapi para petani. Untuk itu harus ada yang dirubah oleh para petani," ujarnya.

Dikatakannya, Untuk merubah itu, para petani harus merubah mindset (pola pikir). Dibeberapa kesempatan, saya selalu menghembuskan dimana-mana petani harus punya mimpi untuk menjadi kaya. Namun, banyak pertanyaan bagaimana petani bisa kaya ?

Menurutnya, untuk merubah itu, petani harus menggunakan teknologi. Saat ini kita memiliki benih padi M400, dimana dalam satu malai padi ada 400 butir dan anakannya bisa mencapai 25-28 batang.

Banyak yang bertanya bagaimana bisa kaya pak. Saya jawab, saya memberikan teknologi agar petani merubah nasibnya. Kita punya benih padi yang sudah diriset oleh para ahli M400. Dalam 1 malai ada 400 butir, minimum 350 butir. Anakannya bisa mencapai 25-28. Tadi ada yang saya hitung, disini anakannya hanya sekitar 15. Bibit padi ini 95 hari sudah panen.
Untuk itu, kita berharap agar benih M400 dapat kita uji coba di Batubara. Mungkin cara ini bisa menjadi salah satu cara merubah nasib petani menjadi bagus.

Saya harap kita uji coba dulu. Nanti akan kita datangkan pendamping. Saya ingin merubah nasib petani menjadi lebih bagus. Yang kita inginkan ada suati perkembangan baru. Jangan hanya diam. Bertani jangan hanya sekedar mencari makan, tetapi bagaimana bertani dapat menjadi kaya," imbuhnya.

Kegiatan panen raya padi di Batubara dihadiri Kapolres Batubara, Dandim 0208/Asahan, Kajari Batubara, Anggota DPRD Batubara serta Jajaran OPD Pemerintah Kabupaten Batubara.