Industri Esports Tak Cukup Cetak Atlet, Gim Lokal Perlu Bertumbuh

17 Oct 2026
34x Dilihat

Jakarta Selatan, Komdigi - Indonesia memiliki potensi pasar gim yang besar, tetapi peluang ekonominya tidak akan optimal jika hanya berhenti pada jumlah pemain.

 

Pengembangan gim lokal, penyelenggaraan kompetisi, dan pembinaan talenta menjadi bagian penting agar industri esports nasional tidak hanya menjadi tujuan konsumsi, tetapi juga ruang tumbuh bagi produk dan pelaku industri dalam negeri.

 

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menegaskan Indonesia tidak boleh hanya puas berstatus sebagai pasar bagi produk digital asing.

 

Pertumbuhan ekonomi nasional yang menargetkan angka delapan persen harus didorong lewat penguatan ekosistem industri esports secara menyeluruh.

 

"Kita enggak boleh cuma jadi market lagi. Kita harus bisa mulai masuk ke ekosistemnya," tegas Erick Thohir dalam Pelantikan Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) Masa Bakti 2026–2030 di Jakarta Selatan, Kamis (15/10/2026).

 

Erick menambahkan dari total bonus demografi Indonesia yang mencakup sekitar 130 juta penduduk di bawah usia 30 tahun, sektor esports memegang peranan penting.

 

Pemerintah kini memandang sektor olahraga tidak lagi sebagai pos anggaran biaya, melainkan sebagai bentuk investasi strategis untuk pembangunan karakter, kesehatan masyarakat, dan ekonomi.

 

Beri Ruang untuk Gim Buatan Anak Bangsa

 

Sejalan dengan visi tersebut, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Marciano Norman mendorong PB ESI untuk memberikan porsi lebih besar bagi gim buatan dalam negeri dalam setiap penyelenggaraan kompetisi resmi.

 

Langkah ini dinilai krusial untuk menumbuhkan industri kreatif lokal sekaligus meningkatkan daya saing produk nasional di rumah sendiri.

 

"Saya harapkan untuk memberi ruang kepada event-event olahraga esports produk anak bangsa Indonesia sendiri," ujar Marciano.

 

Selain itu, Marciano juga menyoroti pentingnya pengawasan ketat bersama Kementerian Komunikasi dan Digital guna memastikan ekosistem esports tetap sehat.

 

Pengawasan ini diperlukan untuk melindungi atlet serta memberikan rasa aman bagi para orang tua dari potensi dampak negatif seperti aktivitas perjudian online.

 

Sinergi Lintas Kementerian dan Penguatan Infrastruktur

 

Menanggapi tantangan tersebut, Ketua Umum PB ESI Masa Bakti 2026–2030 Muhammad Herindra menyatakan komitmen organisasinya untuk memajukan talenta lokal.

 

PB ESI secara khusus mengajak Kementerian Komunikasi dan Digital serta kementerian terkait lainnya untuk bersinergi memperkuat fondasi industri.

 

Sinergi tersebut mencakup kemudahan perizinan penyelenggaraan turnamen, dukungan pembiayaan bagi pengembang gim lokal, hingga penyediaan infrastruktur jaringan telekomunikasi yang andal dan merata di berbagai daerah.

 

"PB Esports Indonesia mengajak Kementerian Ekonomi Kreatif dan Kementerian Komunikasi dan Digital untuk lebih mempermudah perizinan turnamen, pembiayaan pengembangan game lokal hingga infrastruktur jaringan yang andal," jelas Herindra.

 

Dengan kombinasi antara pembinaan atlet jangka panjang, dukungan regulasi yang ramah industri, serta pengamanan ekosistem digital, industri esports nasional diharapkan mampu bertransformasi menjadi pilar baru ekonomi digital yang berdaulat dan berkelanjutan.

 

Sumber: https://www.komdigi.go.id/berita/berita-pemerintahan/detail/industri-esports-tak-cukup-cetak-atlet-gim-lokal-perlu-bertumbuh