Presiden Prabowo Tegaskan Sikap Nonblok dan Dorong Kemitraan Dagang yang Adil

04 Sep 2026
13x Dilihat

Vladivostok, Komdigi - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia untuk tetap menjalankan prinsip politik luar negeri nonblok serta membuka kemitraan ekonomi yang adil dan setara bagi seluruh kekuatan dunia. Sikap tegas yang mengutamakan kedaulatan serta kepentingan nasional tersebut disampaikan Kepala Negara saat menjadi tamu kehormatan dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Federasi Rusia, Kamis (3/9/2026).

 

Hadir atas undangan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin, Presiden Prabowo menegaskan bahwa prinsip keterbukaan dan nonblok telah menjadi fondasi diplomasi Indonesia selama beberapa dekade. Pemerintah Indonesia memastikan posisinya tidak akan masuk ke dalam pakta militer mana pun demi menjaga stabilitas kawasan dan dunia.

 

“Indonesia telah sangat terbuka selama beberapa dekade. Kami ingin memiliki hubungan terbaik dengan semua negara dan kekuatan besar. Berdasarkan tradisi, kami adalah nonblok, tidak tergabung dalam aliansi militer mana pun, serta menghormati seluruh kekuatan dunia,” ujar Presiden Prabowo di hadapan para pemimpin negara dan pelaku usaha global.

 

Di sektor perekonomian, Presiden menggarisbawahi bahwa kemandirian nasional tetap menjadi prioritas tanpa menutup pintu investasi asing. Indonesia aktif menawarkan skema perdagangan yang adil (fair trade) yang menguntungkan kedua belah pihak, sekaligus memperluas pasar produk domestik ke kancah internasional.

 

“Secara ekonomi, kami independen dan siap bekerja sama dengan semua pihak. Dalam seluruh proses negosiasi perdagangan, mitra internasional memahami posisi kami yang selalu menawarkan kerja sama yang adil dan transparan,” tambah Presiden.

 

Menanggapi eskalasi geopolitik dunia, Presiden Prabowo menekankan bahwa kemitraan internasional yang dibangun Indonesia tidak akan pernah diarahkan untuk memusuhi atau menekan blok negara lain. Pemerintah menjamin seluruh investor dan mitra asing mendapatkan perlakuan yang setara (equal treatment) berdasarkan hukum dan kesepakatan yang saling menghormati.

 

“Kami tidak akan bekerja sama dengan satu pihak untuk merugikan pihak lain. Siapa pun mitra yang datang dan bekerja sama dengan Indonesia akan kami perlakukan secara adil dan setara. Indonesia hadir untuk bernegosiasi secara bermartabat, bukan untuk mengancam siapa pun,” tegas Kepala Negara.

 

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin menyoroti bobot geopolitik Indonesia yang kian krusial. Putin menilai populasi besar dan posisi Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar menempatkannya sebagai aktor penting yang tidak dapat diabaikan dalam peta kebijakan global, setara dengan peran Tiongkok dan India.

 

Melalui keikutsertaan dalam forum internasional ini, Indonesia kembali membuktikan perannya dalam tata dunia multipolar: menjaga jarak yang sama dari rivalitas kekuatan besar, mempertahankan independensi kebijakan luar negeri, serta mengarahkan setiap kerja sama internasional demi kemakmuran dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di dalam negeri.

 

Sumber: presidenri.go.id