Zikir dan Doa Kebangsaan, Menag: Digitalisasi Madrasah Cetak Generasi Berdaya Saing dan Berkarakter
Jakarta Pusat, Komdigi - Transformasi digital di dunia pendidikan tidak boleh berhenti pada pemanfaatan teknologi.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan digitalisasi madrasah harus melahirkan generasi yang menguasai teknologi sekaligus memiliki karakter, toleransi, dan semangat kebangsaan.
Oleh karena itu, Kementerian Agama memperluas digitalisasi pembelajaran ke 551 madrasah melalui distribusi 2.180 papan interaktif digital dan pengembangan Kurikulum Berbasis Cinta.
"Transformasi pendidikan juga diwujudkan melalui pembangunan sarana dan prasarana. Digitalisasi pembelajaran kami perkuat agar peserta didik memiliki akses terhadap pembelajaran yang lebih berkualitas sekaligus siap menghadapi tantangan masa depan," ujar Menag dalam acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Sabtu (01/08/2026).
Selain itu, revitalisasi telah dilakukan terhadap 556 madrasah dan sekolah keagamaan, disertai pembangunan 352 madrasah serta 34 perguruan tinggi keagamaan negeri.
Lebih lanjut, Nasaruddin Umar menuturkan bahwa penguatan karakter menjadi modal penting dalam menjaga kerukunan di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat.
"Bangsa yang besar tidak hanya dibangun oleh kekuatan ekonomi, kemajuan teknologi, atau ketangguhan politik. Bangsa yang besar juga dibangun oleh kekuatan doa, keluhuran akhlak, dan kokohnya kerukunan antar sesama," tuturnya.
Ia mengungkapkan upaya tersebut menunjukkan hasil yang positif.
Indeks Kerukunan Umat Beragama meningkat dari 76,47 pada 2024 menjadi 77,89 pada 2025, sekaligus melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2025 dan mendekati target akhir 2029 sebesar 78,25. Sementara itu, Indeks Kesalehan Umat Beragama juga meningkat menjadi 84,20 pada 2025.
"Kerukunan adalah modal dasar pembangunan. Malam ini adalah bukti bahwa kerukunan merupakan realitas sosial yang hidup di masyarakat Indonesia yang majemuk. Kita boleh berbeda keyakinan, tetapi kita dipersatukan oleh cinta yang sama kepada Indonesia," tuturnya.
Ia menambahkan ikhtiar membangun bangsa tidak hanya dilakukan melalui kebijakan dan pembangunan fisik, tetapi juga melalui penguatan spiritualitas dan persatuan.
"Pelaksanaan Zikir dan Doa Kebangsaan malam ini kita jadikan ikhtiar batin untuk menguatkan langkah-langkah. Dengan zikir kita meneguhkan hati, dengan doa kita mengetuk langit, dan dengan kerja serta pengabdian kita membangun negeri," pungkasnya.
Sumber: https://www.komdigi.go.id/berita/berita-pemerintahan/detail/zikir-dan-doa-kebangsaan-menag-digitalisasi-madrasah-cetak-generasi-berdaya-saing-dan-berkarakter