APBN 2027 Disahkan, Fokus Efisiensi Anggaran untuk Kesejahteraan dan Perlindungan Sosial

01 Oct 2026
30x Dilihat

Jakarta Pusat, Komdigi - Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk memastikan anggaran negara dikelola secara kredibel dan tepat sasaran. Hal tersebut menjadi sorotan utama dalam Rapat Terbatas yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran menteri Kabinet Merah Merdeka, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (30/9/2026).

 

Menteri Keuangan Suahasil Nazara melaporkan bahwa proses penyusunan hingga pengesahan APBN 2027 berjalan lancar berkat dukungan konkret dari DPR. Dalam postur APBN 2027, pemerintah menetapkan target pendapatan negara mencapai lebih dari Rp3.400 triliun, sementara alokasi belanja negara direncanakan melampaui Rp4.100 triliun.

 

Menanggapi postur anggaran tersebut, Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan tegas agar pengelolaan APBN tetap menjaga prinsip kredibilitas fiskal. Kepala Negara menekankan pentingnya efisiensi yang dilakukan secara terukur agar setiap rupiah dari anggaran negara benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat.

 

"Arahan Bapak Presiden adalah untuk terus menjaga APBN supaya tetap kredibel dan dilakukan terus efisiensi secara terukur, agar yang namanya anggaran negara itu bisa betul-betul maksimum digunakan untuk kesejahteraan dan perlindungan sosial, serta membangun infrastruktur," ujar Suahasil usai rapat yang digelar sehari pasca pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang APBN 2027 melalui Rapat Paripurna DPR RI pada 29 September 2026.

 

Selain itu, pemerintah juga membahas langkah-langkah strategis jangka pendek guna menjaga stabilitas ekonomi nasional, termasuk penguatan program-program bantuan sosial yang diperlukan masyarakat dalam menghadapi dinamika ekonomi saat ini.

 

Dalam upaya mengoptimalkan perekonomian nasional, rapat terbatas turut membahas pembagian peran yang jelas antara APBN dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

 

Pemerintah merancang kolaborasi erat agar fungsi fiskal dan investasi berjalan beriringan tanpa tumpang tindih. APBN difokuskan untuk membiayai pelayanan publik, penyediaan infrastruktur dasar, serta operasional pemerintahan. Di sisi lain, Danantara akan mengambil peran yang lebih kuat dalam menggerakkan sektor investasi nasional.

 

"Jadi ibaratnya Danantara dan APBN itu saling berkolaborasi, berbagi tugas supaya menjaga perekonomian Indonesia. Tadi kita banyak membicarakan gerak sinergi yang perlu kita lakukan bersama," jelas Suahasil.

 

Melalui kombinasi efisiensi anggaran yang ketat, perlindungan sosial yang tepat sasaran, serta sinergi investasi bersama Danantara, pemerintah optimis perekonomian nasional dapat tumbuh stabil sekaligus menjawab kebutuhan nyata masyarakat luas.

 

Sumber : presidenri.go.id